Alasan Teknis, UKG Tertulis di Sejumlah Daerah

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Unifah Rosyidi membenarkan bahwa ada beberapa daerah yang melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) dengan format offline atau tertulis. Ketidaksiapan infrastruktur secara teknis menjadi alasan satu-satunya.

“Iya benar ada yang menyelenggarakan UKG dengan sistem offline karena masalah teknis,” kata Unifah kepada Kompas.com, Rabu (7/11/2012).

Dia menjelaskan bahwa sekitar tujuh persen wilayah di Indonesia memang sulit dijangkau listrik dan layanan internet sehingga diambil langkah untuk tetap mengadakan UKG dengan cara ujian tertulis agar para guru tersebut juga dapat diukur kompetensinya untuk peningkatan mutu pendidikan.

“Kan tidak semua seperti Jakarta. Jadi tidak ada masalah untuk beberapa wilayah melakukan ujiannya secara tertulis. Namun walau formatnya berbeda, soal yang diujikan tetap sama dengan yang mengikuti UKG secara online,” jelas Unifah.

Sebelumnya diberitakan, UKG di sejumlah wilayah digelar secara tertulis karena daerahnya tidak dijangkau oleh sinyal yang memadai bahkan ada yang belum mendapat aliran listrik sehingga tidak memungkinkan melakukan ujian secara online.

Adapun beberapa daerah yang mengambil langkah untuk mengadakan UKG gelombang ketiga dengan cara ujian tertulis yaitu Way Kanan yang terletak di Lampung dan Muna, Kolaka, Kolaka Utara, Konawa Utara, Konawa Selatan, Bombana, Buton, Buton Utara dan Wakatobi yang berada di Sulawesi Tenggara.

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s